DISCOGRAPHY - Iwan Fals "SATU (2015)"

Album Satu dari Iwan Fals melibatkan kolaborasi memikat dengan Noah, Nidji, Geisha dan d’Masiv. #SatuProject, menjadi persembahan akhir tahun 2015 untuk musik Indonesia. Apa lagi yang harus dibuat seorang Iwan Fals untuk album barunya? Rasanya album berjudul Satu (2015) ini menjadi jawaban akan pertanyaan tersebut.  Album yang kembali menandai kerjasama Iwan Fals dengan label lama yang melahirkan dan membesarkan namanya, Musica Studio’s. “Awalnya sekitar setahun lalu, saat saya dan sekeluarga makan dengan keluarga besar Musica Studio’s. Disana tiba-tiba tercetus ide untuk membuat album lagi dengan Musica Studio’s, sahabat lama kami. Persahabatan yang lama terjalin membuat proses ini berjalan lancar. Maka terjadilah proses kreatif dalam mengerjakan album ini. Kolaborasi yang seperti ini kedepannya mungkin belum tentu bisa dibuat untuk ke – 2 kalinya mengingat sulitnya menyatukan semua artis ini dengan kesibukannya masing-masing” kata Iwan Fals. Namun proses album ini juga tidak mudah terwujud pada awalnya. Pihak Tiga Rambu, sebagai manajemen Iwan Fals mengajukan syarat untuk pembuatan lagu baru di album Satu ini. Lagu baru hasil kolaborasi antara Iwan Fals, Noah, Nidji, d’Masiv dan Geisha. Setelah diskusi panjang dengan pihak Musica Studio’s ide tersebut akhirnya bisa diwujudkan dengan baik. Akan tercipta lagu-lagu baru di album ini. Terasa istimewa karena Steve Lillywhite, peraih 6 Grammy Awards bertindak menjadi produser album Satu ini. Konsep utama album ini adalah Bhinneka Tunggal Ika. Dimana masing-masing karakter yang menjadi daya khas musik masing-masing band dilebur dengan pesona tak tergantikan dari Iwan Fals. Di album Satu berisi 10 lagu ini masing-masing band mendapat kesempatan untuk membuat versi ulang lagu hits Iwan Fals. Untuk Noah,  “Yang Terlupakan”, Nidji, “Pesawat Tempur”, Geisha “Izinkan Aku Menyayangimu” dan d’Masiv  “Entah. ”Untuk lagu baru Iwan Fals masing-masing dengan Noah, Nidji, Geisha dan d’Masiv melahirkan lagu baru yang segar. Iwan Fals dan Noah “Para Penerka”, Iwan Fals dan Geisha “Tak Seimbang”, Iwan Fals dan d’Masiv “Satu-Satunya”, serta Iwan Fals dan Nidji “Hidup Yang hebat.” Juga lagu lama hits Iwan Fals, “Kemesraan” yang dibawakan bersama-sama serta lagu baru kolaborasi berlima berjudul, “Abadi. ”Lagu baru yang dibawakan secara bersama-sama di album Satu ini berjudul “Abadi”, lagu yang langsung dibuat oleh Iwan Fals saat proyek ini mulai digulirkan tahun lalu dalam sebuah pertemuan di Bali. Namun penuangan ide dan gagasan tersebut  menjadi sebuah lagu pada saat syukuran album ini di rumah Ibu Indrawati Widjaja dimana seluruh musisi pendukung, Iwan Fals, Ariel, Giring, Momo, Rian dan Steve Lillywhite  bersama berkumpul sampai pagi untuk mencari lirik dan pembagian vocal yang pas di

lagu ini. Lagu anthem yang asik dan menjadi signature kuat dari album ini.  Nuansa lagu yang elegan dengan pengaruh karakter sound produksi Steve Lillywhite yang kuat. Bunyi gitar yang meruang di bagian akhir menjadi klimak yang menarik. Ini akan menjadi single perdana album ini juga dengan 4 lagu lain. Empat lagu lain yang akan menjadi single adalah “Tak Seimbang” kolaborasi apik nan teduh dari Geisha dan Iwan Fals.  Lagu ciptaan Roby yang dia tulis saat adiknya meninggal bulan puasa lalu. Lagu balada khas Geisha dengan intro piano yang mengalun sendu menjadi atmosfir pembuka di awal lagu. Iwan Fals berhasil menemani vokal Momo dengan baik di lagu ini. “Senyuman terakhir itu pecahkan syaraf sadarku…Aku harus bagaimana, berjalan tanpa kamu. Apa dayaku“ “Menurut saya ini kesempatan luar biasa bagi kami generasi baru bisa berkolaborasi dengan musisi senior dan legendaris, Iwan Fals.Kami berharap album ini bisa membawa Iwan Fals bisa masuk ke dalam nuansa musik zaman sekarang. album ini juga bikin Iwan Fals lebih kelihatan muda hehehe,” papar gitaris Roby dari Geisha. Sebuah citra baru dari lagu “Yang Terlupakan” Iwan Fals. Noah mengambil bangun komposisi lagu ini dengan sentuhan gitar dari Uki dan Lukman yang membuat sisi maskulin lagu ini makin tebal. Vokal Ariel dan Iwan Fals yang beradu di bagian reffrain menjadi pemikat baru baru lagu anthem cinta abadi ini. Bagian akhir menjadi sangat istimewa karena ada warna kolosal khas produksi Steve Lillywhite yang melintas menjadi ending yang megah. “Kolaborasi di album ‘Satu’ ini lumayan komplit. Ada all vocalist nyanyi sama-sama, ada lagu sendiri feat Iwan Fals. Jadi ada banyak sudut buat dipelajari. Sama ada satu lagu yang dibuat bersama-sama. Pengalaman tak terlupakan bagi kami,” kata Ariel, vokalis Noah. Giliran d’Masiv tampil teduh dan hangat di lagu “Satu-SatuNya”, lagu yang akan menjadi single awal ini karya Rian. Bertutur soal rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Voka Iwan Fals yang kuat mendapat tandem vokal Rian yang lembut, menjadi perpaduan yang apik.“Karena hatiku mengatakan kamu yang paling mengerti diantara yang paling mengerti dan hidupku berharap padamu. Lewat lagu ini aku ungkapkan perasaanku...“Album ini menurut saya salah satu kolaborasi paling bahaya dalam sejarah musik pop

Indonesia di era sekarang.Khusunya buat saya dan d'Masiv. Jauh sebelum project ini ada saya sudah membuat lagu "Satu-satu-Nya" dan sudah membayangkan lagu ini pas nya di nyanyikan Iwan Fals. Apa yang kita bayangkan kejadian,” kata Rian, vokalisd’Masiv.

 

Kolaborasi yang intim dan melebur hadir di lagu Nidji dan Iwan Fals, “Hidup Yang Hebat.” Lagu ini ditulis secara bersama-sama di studio oleh Randy, Giring dan  Iwan Fals. Gaya liar dan penuh canda dari Iwan Fals mendapat chemistry yang pas dari Nidji. Mereka saling merespon dengan natural. Mengingatkan akan karya Iwan Fals semasa di Dalbo. Nidji seperti mengembalikan sisi nakal Iwan Fals dengan lirik yang tajam. “Gaya munafik gaya koruptor ya provokasi ya loe gak asikkerja yo kerja hidup yang hebat sebelum telat “

 

“Saya penggemar album IwanFals, ‘In Collaboration With’ dan menganggap album tersebut yang memperkenalkan aku dengan karya karya beliau yang lainnya. Dan siapa yang pernah sangka bahwa sekarang aku bikin album bareng beliau. Kolaborasi yang sekarang ini impian jadi kenyataan.Bayangkan satu studio rekaman bareng beliau, take vokal bareng beliau sampai bikin lirik bareng beliau,” kali ini kata Giring mewakili Nidji. Untuk lagu baru, Noah dan Iwan Fals melahirkan “Para Penerka.”Lagu dengan dimensi baru dari Noah. Ada keliaran aransemen yang belum pernah dibawakan Noah. Di bagian chorus ada asupan musik yang menarik. Jeda dengan bebunyian perkusi dan tabla yang ritmis. Iwan Fals membaca lirik, Ariel bernyanyi.

 

…Para penerka bercerita dengan prasangka. Penerka banyak bicara. Penerka dimana-mana. Bagai monster merajalela. Para Penerka menaruh racun di mulutnya. Para penerka bercerita dengan prasangka. Penerka dimana-mana. Penerka banyak bicara. Merusak pikiran kita…Geisha dalam membawakan  lagu lama Iwan Fals “Izinkan Aku Menyayangimu” tampil lepas. Lagu karya Rieka Roeslan dari album 50:50 kali ini ditampilkan dalam wujud berbeda dengan sentuhan yang manis seperti gaya Geisha. Vokal Momo yang berpadu dengan Iwan Fals, tampil apik dan melenakan dengan sentuhan baru yang khas.  “Pesawat Tempur” dari Iwan Fals dan Nidji tampil segar dengan balutan musik kekinian elektronika yang membahana. Sentuhan synth yang pekat di bagian intro yang membuat karakter baru lagu ini. Di bagian akhir diwujudkan dengan duet vokal yang asik dari Iwan Fals dan Giring. Nidji bisa lepas membawakan lagu ini, dengan sentuhan elektronika NEV.

 

Bukan perkara mudah bagi d’Masiv  untuk membawakan ulang karya Iwan Fals,  “Entah.” Namun sentuhan midas dari Steve Lillywhite membentuk roh baru di lagu ini.  Intro yang akustik di bagian awal, di bagian tengah mereka memasukan atmosfir progresif yang apik menjadi asupan sound yang bagus. Komposisi paling popular dalam sejarah musik pop Indonesia mereka bawakan dengan sempurna. Lagu “Kemesraan” dibawakan ulang bersama-sama Iwan Fals, Nidji, Noah, d’Masiv, dan Geisha dalm sentuhan pop manis yang kolosal.Produser di lagu ini adalah Irwan Simanjutak dengan musik dan aransmen yang kekinian.

 

Masing-masing band telah memberikan sentuhan dan polesan cantik yang membuat karakter tiap lagu menjadi berbeda namun tetap satu.  “Ini menjadi suatu persembahan  kado akhir tahun dari keluarga besar Musica Studio’s untuk musik Indonesia, bagaimana kami mengumpulkan mereka berlima menjadi Satu Project yang benar-benar berkualitas. Peran Steve Lillywhite besar di album ini,” ungkap Indrawati Widjaja, direktur Musica Studio’s. Musik pop Indonesia patut mencatat peristiwa maha penting dalam sejarah musik Indonesia yang terjadi di akhir tahun 2015 ini. Peristiwa budaya pop mutakhir yang melahirkan album Satu, berisi kolaborasi lima musisi yang  menjadi satu kesatuan kolaborasi apik nan cantik dan menawan antara Iwan Fals, Noah, Nidji, Geisha dan d’Masiv. Dan satu lagi informasi bagi para penikmat lagu dalam format digital, semua lagu dari album SATU bisa di download dan streaming melalui layanan-layanan aplikasi portal music di JOOX, LangitMusik, MelOn, SmartMusic dan VolUp. Selain lebih mudah dan murah, juga dirasa lebih mengapresiasi karya musisi Indonesia dengan membeli secara legal. Maju terus musik Indonesia….