DISCOGRAPHY - NIDJI "Sumpah Dan Cinta Matiku (2013)"

Selain dikenal sebagai band yang rajin merajai tangga lagu dengan hits mereka, Nidji juga dikenal akrab dengan dunia sinematografi. Laskar Pelangi, Sang Pencerah hingga 5 Cm adalah film-film sukses yang melibatkan Nidji. Dan semua soundtrack yang ditulis Nidji pun sukses di tangga lagu. Sehingga memang membantu popularitas film film tersebut. Ini membuat Nidji kebanjiran request untuk mengisi soundtrack. Dalam setahun bisa 2-3 film yang mengajak Nidji untuk bekerjasama. Namun Nidji merasa harus tetap selektif dalam memilih film.

 

Dan tahun ini mereka kembali memilih bekerjasama dengan Soraya Intercine Films untuk menggarap filmTenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sebuah film yang diangkat dari novel legendaris karya Buya Hamka. Kharisma novel yang yang sudah berkali kali dicetak ulang ini yang membuat Nidji tertarik dan sangat serius menggarapnya. Nidji menyiapkan 4 buah lagu untuk soundtrack Tengelamnya Kapal Van Der Wijck. Ariel sang gitaris Nidji yang berperan menjadi produser untuk album soundtrack ini. Dan untuk mengawal proses rekaman ini, mereka mengajak sahabat mereka dari daratan Inggris, Jason O’Bryan.

 

Single pertama yang mereka angkat berjudul Sumpah Cinta Matiku. Lagu ini benar-benar terinspirasi dari kisah cinta yang ada dalam cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Tak butuh waktu terlalu panjang bagi Nidji untuk menulis lagu ini. Tantangan terbesarnya adalah membuat kemasan lagu ini terdengar lebih megah. Lebih kolosal seperti halnya cerita dalam film. Ekplorasi musik dilakukan dalam penggarapan album ini. Nidji tidak ingin menjauh dari konsep british pop yang sudah jadi ciri mereka. Nah, untuk menggambarkan kesan megah, Nidji banyak memasukan unsur gregorian music.

 

Keterlibatan Nidji di dalam film juga lebih dalam dari sekedar bikin soundtrack. Jika di 5 Cm Run-D terlibat dalam scoring film, kali ini Run-D yang berperan dalam film Tengelamnya Kapal Van Der Wijck. Run-D akan memerankan tokoh bernama Muluk. Pengalaman pertama ini tidak membuat Run-D gentar. “Karena jarang scene yang ketemu Christine Hakim. Tapi ketemunya sama yang muda-muda,” Ujar Run-D sambil terkekeh. Perannya memang bukan peran utama, namun Run-D juga enggak mau sembarangan memerankannya. Dia ingin membuktikan, kalau kita sudah memilih sebuah tantangan, maka kita harus serius melakukannya.

 

Selain menawarkan lagu-lagu baru, Nidji pun menawarkan sebuah kemasan baru dalam karir bermusik mereka. Mulai sekarang kita akan dikenalkan dengan alter ego mereka yang diberi nama NEV (Nidji Electronic Version). Nidji memang dekat dengan scene musik electronic Indonesia. Run-D dan Andro seringkali punya side project untuk jadi DJ. Di album Liberty Victory Kita juga sudah dikenalkan remix dari lagu-lagu Nidji dalam format musik electronic. Hanya di situ yang melakukan remix adalah teman-teman mereka. Nah, dengan format NEV kita akan bisa menikmati remix lagu-lagu Nidji lewat tangan mereka sendiri.

 

 

Istimewa nya, NEV hanya akan hadir dalam panggung-panggung pertunjukan Nidji. Tidak dalam album mereka. Memang hanya untuk mereka yang menghadiri showcase Nidji. Penampilan perdana NEV akan kita nikmati bersama dalam Konser Tanpa Batas yang digelar bersama Musikkamu.com. Untuk penampilan istimewa ini, NEV digodok oleh Giring, Rama, Ariel, Adrie, Run-D dan Andro dan dalam waktu 2 bulan.

 

Setelah Konser Tanpa Batas, aksi NEV berikutnya akan hadir di Sun Down Festival, Singapura pada tanggal 16 November 2013. Konsep NEV ini terpilih untuk mewakili Indonesia dalam festival yang menghadirkan band-band unik dari berbagai belahan Asia. Nah, hari ini kita akan menjadi bagian sejarah. Menjadi orang pertama yang menikmati lagu Sumpah Cinta Matiku (soundtrack Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck) dan juga yang pertama meyaksikan Nidji Electronic Version.