DISCOGRAPHY - NIDJI "Kompilasi Album Religi (2010)"

Ramadhan dan Idul Fitri 2010 lalu , sebuah kompilasi digelar oleh Musica & Trinity. Sebuah kompilasi berisi deretan nama musisi kelas satu dari wilayah musik Indonesia telah dirilis.

Mereka yang terlibat dalam kompilasi ini adalah Nidji [ Tuhan Maha Cinta] d’Masiv [ Mohon Ampun], Ungu [Dengan NafasMu], Rossa [Takkan berpaling dariMu], Chrisye [Ketika Tangan & Kaki Berkata], Sherina [Jalan Cinta], Peterpan [Tak Ada Yang Abadi], Letto [Sebelum Cahaya], Novia Kolopaking [Dengan Menyebut Nama Allah], Chrisye [Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada], Rafika Duri [Tuhan] serta ST 12 [KebesaranMu].

Sebagai single perdana yang dipakai untuk mengenalkan album kompilasi ini ke masyarakat musik Indonesiadipilih lagu baru dari Nidji bertajuk ”Tuhan Maha Cinta”. Tercatat ini pertama kali Nidji merilis single dengan tema religi. Bagi Muhammad Andro Regantoro [bas], Muhammad Ramadista Akbar [gitar], Andi Ariel Harsya [gitar], Muhammad Adri Prakarsa [drum], Randy Danistha [kibor], serta Giring Ganesha [vokal] ini tentu pengalaman baru bagi mereka dengan genre seperti ini. 

Sebuah komposisi apik bertajuk ”Tuhan Maha Cinta” menjadi media spiritual Nidji dalam memberi warna pada bulan suci Ramadhan yang saat ini kita laksanakan. Apa yang tersimak adalah pola sederhana yang menjadisignature kuat bagi Nidji. Dengan mengambil wilayah pop-ballad yang diakui mengedepankan karakter vokal Giring Ganesha yang begitu lentur dalam membawakan komposisi yang akan menjadi klasik dari Nidji ini.

Lagu ini diakui Giring bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang mendengarkanya. Bukti kebesaran Tuhan dengan segala kuasanya. Tuhan yang selalu melindungi dan mencintai mahluknya.

Dalam komposisi ini terlihat Andro (bas), Rama (gitar), Ariel (gitar), Adri (drum), dan Randy (kibor) menjaga permainan mereka dengan sangat seksama. Mereka bermain rapi dan lentur dalam memberi pondasi yang elegan bagi vokal Giring yang begitu merasuk dalam tema dan lirik lagu. Ada yang menarik dari bagian akhir lagu ini, Widie dari Vierra membacakan puisi yang berwujud doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Lagu yang juga menjadi theme song utama film ”Sang Pencerah” karya Hanung Bramantyo yang bercerita tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan, sosok agung pendiri Muhammadiyah ini diharapkan kembali diterima dengan baik oleh penikmat musik Indonesia dan tentu saja para Nidjiholic. Giring yang juga menjadi salah satu pemain dalam film ”Sang Pencerah” diharapkan mampu memberi nilai lebih bagi lagu religi perdana dalam karir Nidji ini.

Jika melihat komposisi lain yang terekam dalam kompilasi ini terlihat ada dua wilayah yang hendak dileburkan dalam satu wadah album berisi doa kepada Tuhan Yang Maha Esa ini. Dua wilayah yang dimaksud adalah: 1. Wilayah lagu-lagu yang sudah begitu dikenal oleh publik dan menjadi anthem wajib setiap Ramadhan atau Lebaran tiba. 2. Wilayah lagu-lagu dari band atau musisi baru yang mulai akrab dengan lagu-lagu religi mereka.

Untuk wilayah pertama kita melihat lagu-lagu klasik religi dari Chrisye [Ketika Tangan & Kaki Berkata], Novia Kolopaking [Dengan Menyebut Nama Allah], Chrisye [Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada], serta Rafika Duri [Tuhan]. Lagu-lagu ini terutama ”Tuhan” yang dibawakan oleh Rafika Duri dan ”Dengan Menyebut Nama Allah” yang disuarakan dengan syahdu oleh Novia Kolopaking tak pernah absen setiap tahu saat Ramadhan dan lebaran tiba. Juga dengan karya yang menjadi klasik dari Chrisye ”Ketika Tangan & Kaki Berkata” serta ”Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada” menjadi nomor peneduh iman saat Ramadahan dan lebaran tiba.

Namun begitu deretan lagu religi dari generasi muda juga mulai hadir dan menyapa penggemar musisk Indonesia. Mereka adalah d’Masiv [ Mohon Ampun], Ungu [Dengan NafasMu], Rossa [Takkan berpaling dariMu], Sherina [Jalan Cinta], Peterpan [Tak Ada Yang Abadi], Letto [Sebelum Cahaya], serta ST 12 [KebesaranMu].

Kita bisa melihat bagaimana lagu seperti ”Dengan NafasMu” dari Ungu dan ”Sebelum Cahaya” dari letto menjadi komposisi peneduh iman yang bisa jadi akan menjadi klasik di masa mendatang. Demikian pula dengan lagu dari d’Masiv, Rossa, Sherina Peterpan dan ST 12 yang akan menjadi cetak biru bagi lagu-lagu religi Islami dari generasi sekarang.

Sepuluh lagu yang terkemas apik dalam kompilasi ini diharapkan menjadi soundtrack bagi Umat Muslim di mana saja untuk selalu ingat pada Tuhan. Apalagi saat Ramadhan tiba, ketika pintu ibadah terbuka lebar dan disambut oleh Idul Fitri yang akan meleburkan dosa-dosa mereka yang selama sebulan penuh telah berjuang dengan lapar, dahaga, dan berbagai nafsu lainnya. Lagu-lagu sebagai bentuk doa ini semoga akan menjadi teman yang baik bagi ibadah Anda di Ramadhan tahun ini.