DISCOGRAPHY - NOAH "SUARA LAINNYA (2012)"

Album ini merupakan penawar rasa rindu untuk Sahabat Peterpan. Berisi 10 lagu-lagu terbaik Peterpan yang dipilih sendiri oleh Ariel, Lukman, Uki, Reza, David dalam kemasan kolosal, elegan, dan megah.

Kerinduan untuk menghadirkan karya baru sudah tak terbendung lagi dalam diri Ariel, Lukman, Uki, Reza, David. Keinginan untuk kembali menyajikan musik-musik baru yang tentunya sudah sangat ditunggu oleh tidak hanya Sahabat Peterpan namun juga oleh jutaan penikmat musik di Indonesia.

Namun April 2012 sebuah materi baru siap digulirkan oleh vokalis Ariel, gitaris Lukman dan Uki, drummer Reza, serta kibordis David lewat bendera Musica Studio’s. Sebuah materi yang berisi tafsir ulang akan lagu-lagu terbaik mereka yang ditampilkan dengan beragam sentuhan elemen musik yang berbeda dari lagu-lagu aslinya. Langkah terobosan yang berani dari Ariel, Lukman, Uki, Reza, serta David.

Awalnya ide untuk merilis album ini adalah Peterpan on Piano. Dimana lagu-lagu pilihan Peterpan dari album Kisah 2002 Malam [2002], Taman Langit [2003], Bintang di Surga [2004], Ost.Alexandria [2005], Hari yang Cerah [2007], serta kompilasi Sebuah Nama Sebuah cerita [2008] dihadirkan dalam format piano saja.

Namun ide tersebut berkembang dari Lukman, Uki, Reza, serta David untuk merekam ulang semua lagu dan menjadi bentuk muatan baru yang segar. Ide ini disambut oleh Musica Studio’s.

Ariel walau dalam masa merampungkan proses hukum yang masih berjalan selalu memberikan masukan untuk proses kreatif dari musik yang yang akan direkam dalam album yang berjudul 'SUARA LAINNYA'.

ARIEL, LUKMAN, UKI, REZA, DAVID [2012] ini. Lagu “Dara” yang diciptakan oleh Ariel dan menjadi single yang sudah dirilis awal tahun 2012 lalu ikut masuk dalam album ini.

Beberapa nama menjadi bintang tamu di album yang digarap hampir 3 bulan ini. Seperti Momo, vokalis Geishayang begitu apik melebur dalam komposisi “Cobalah Mengerti" dari album Hari yang Cerah.

“Awalnya ada beberapa nama yang mau kita coba untuk membawakan lagu ini. Tapi memang aransemen baru lagu ini cocoknya untuk suara wanita. Dan vokal Momo menurut kami yang paling cocok,” ujar gitaris Uki. “Ini pengalaman yang luar biasa membawakan lagu mereka,” ujar Momo.

Sosok maestro biola Idris Sardi dihadirkan di lagu “Taman Langit”. Idris Sardi membawa aransemen lagu ini menjadi begitu menyentuh dan mengawang. Selain itu pemain biola Hendry Lamiri juga terlibat dalam pengisian beberapa lagu di album ini.

Hadirnya kelompok musik tradisional Sunda dari Bandung bernama Karinding Attack menjadi format baru dan menambah keunikan bagi album ini. Simak kolaborasi mereka dalam lagu “Dibelakangku” dan “Sahabat” yang membuat gelora musik dari Lukman, Uki, Reza, serta David begitu unik dengan asupan instrumen musik-musik tradisi dari Karinding Attacks.

Total akan ada 11 lagu di album 'SUARA LAINNYA' ARIEL, LUKMAN, UKI, REZA, DAVID [2012] ini. Berisi 9 lagu instrumen dari Ariel, Lukman, Uki, Reza, David. Serta 2 lagu dengan vokal dari Momo Geisha serta lagu “Dara” dari Ariel.

1. "Di Atas Normal" [Bintang di Surga, 2004]

Gempuran nada yang mengawang dan megah menyusup dalam detail komposisi lagu ini. Sebuah komposisi pembuka yang menyerukan dengan isian manis piano dari David, denting indah gitar dari Uki dan Lukman serta gebukan ritmis dari Reza.

2. ”Cobalah Mengerti" [Hari yang Cearh, 2007]

Tafsir vokal dari Momo Geisha terhadap lagu ini menjadi versi lain dari masterpiece milik Peterpan. Kehangatan dan kelembutan vokal Momo melebur dalam kekuatan makna lirik lagu indah ini. Vokal Momo paling cocok membawakan lagu ini selain Ariel tentunya.

3. ”Kota Mati” [Hari yang Cerah, 2007]

Sapuan denting piano yang menjelajah di awal lagu menjadi signature yang elegan dan kuat di komposisi ini.

4. ”Sahabat" [Taman Langit, 2003]

Kolaborasi dengan Karinding Attacks di lagu ini menjadi formulasi yang unik dengan masuknya unsur suara suling Sunda yang memikat dan seksi. Membuat lagu ini menjadi magis dan penuh kehangatan.

5. ”Walau Habis Terang" [Sebuah Nama Sebuah cerita, 2008]

Unsur smoth jazz coba ditawarkan dalam balutan elemen nada-nada akustik yang menjadi format lain dari lagu Peterpan ini. Kita seperti dibawa dalam petualangan jazz nan ringan dan teduh juga menghanyutkan.

6. “Dibelakangku" [Bintang di Surga, 2004]

Masuknya instrumen suling padang dan saluang yang dihadirkan dengan sentuhan sound musik Gregorian dan Celtic menjadi jubah yang menyelimuti hangat komposisi lagu ini. Kolaborasi cerdas dan unik dari ragam musik tradisi yang coba ditawarkan Ariel, Lukman, Uki, Reza, serta David membuat lagu ini ibarat genre folk pop rock yang membumi.

7. “Melawan Dunia” [Hari yang Cerah, 2007]

Seperti judul lagu ini “Melawan Dunia” aransemen coba dihadirkan dalam balutan ritme musik yang melawan pakem musik yang biasa diolah Peterpan. Suasana kolosal dan megah menjadi perwujudan tafsir lain dari lagu “Melawan Dunia” ini.

8. "Langit Tak Mendengar" [Soundtrack Alexandria, 2005]

Aransmen secara akustik dihadirkan dengan sapuan piano yang menyayat dan perkusi yang lembut menjadi latar yang indah. Fase transformasi aransemen yang berani dihasilkan Ariel, Uki, Lukman, Reza, serta David.

9. ”Taman Langit’ [Taman Langit, 2003]

Menghadirkan sosok maestro biola Idris Sardi yang memainkan sayatan biola mautnya di sepanjang lagu dengan imbuhan lembut piano dari David sebagai penyeimbang. Praktis lagu ini menjadi salah satu lagu paling membius di album ini.

10. "Bintang Di Surga" [Bintang di Surga, 2004]

Dalam format band yang megah komposisi ini dihadirkan lewat unsur string yang lebar dan detail dari Uki, David, Lukman, serta Reza.

11. Dara [Single, 2012]

Lagu berjudul “Dara” berhasil Ariel ciptakan. Lagu sarat makna yang menjadi pengobat rindu Sahabat Peterpan. Lagu “Dara” idenya murni dari Ariel, yang gelisah ingin berkarya. Boleh dibilang ini adalah kondisi paling dalam dari semua lagu yang dia ciptakan. Menjadi unik karena Ariel selalu berkata jujur dalam lagu. Sebelum judulnya “Dara” lagu ini berjudul “Maya.”